Masih Diumpetin KPK Penyuap “Neo-Gayus” Kakap Apa Naga Ya..?

Sedikit demi sedikit, kasus dugaan suap pegawai pajak mulai terang-benderang. Pegawai pajak yang tersangkut kasus ini sudah mulai terungkap. Hanya saja, pihak penyuapnya masih diumpetin KPK. Publik pun jadi bertanya-tanya siapa pengusaha yang menyuap “neo Gayus” ini. Naga atau kakap ya?

Skandal suap pengurusan pajak sudah terjadi berkali-kali terjadi. Dari sekian banyak kasus itu, kasus Gayus Tambunan yang paling fenomenal. Selain korupsi pajak, dia juga menyuap aparat, melakukan pencucian uang, hingga memalsukan paspor supaya bisa berpergian keluar penjara. Akibatnya, ia diganjar hukuman penjara selama 29 tahun.

Setelah 10 tahun berlalu, kasus Gayus muncul lagi. Kasus ini dibongkar KPK. Sejumlah tempat sudah digeledah. Para pihak yang terkait kasus ini sudah dicegah keluar negeri. Meski begitu, komisi antirasuah itu belum mengungkapkan para tersangkanya.

Kemarin, KPK mengumumkan pencekalan beberapa orang terkait kasus suap ini. Dari surat permintaan cekal yang dikirim KPK kepada Ditjen Imigrasi, ada enam orang yang dicegah bepergian keluar negeri.

Dua orang PNS Ditjen Pajak berinisial APA dan DR. Sisanya pihak swasta yang masing-masing berinisial RAR, AIM, VL, dan AS. Keempat orang itu disebut-sebut sebagai konsultan pajak. Pencegahan itu dilakukan sejak 8 Februari 2021 hingga 5 Agustus 2021.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, pencegahan berpergian ke luar negeri itu untuk kelancaran proses penyidikan. “Agar jika dibutuhkan untuk kepentingan pemeriksaan, mereka sedang berada di dalam negeri,” kata Ali, di Gedung KPK, Kamis (4/3).

Siapa yang dicekal? Ali tau mau menyebut dengan rinci. Siapa tersangkanya? Ali juga memilih bungkam. Siapa penyuapnya? Sama. Ali menutup rapat.

“Kebijakan KPK, pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan,” kata Ali.

Untuk kasus ini, KPK kelihatan sangat berhati-hati. Meskipun sudah mengirimkan surat permintaan pencegahan, lembaga antirasuah itu masih belum mengumumkan tersangkanya.

 

Saat ditanya kenapa KPK belum mengumukan tersangka kasus pajak? Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, hal itu untuk memberikan kepastian hukum kepada para tersangka. Jangan sampai setelah diumumkan tersangkanya, proses penyidikannya masih lama.

“Kemudian penahanannya juga masih lama sehingga yang bersangkutan merasa tidak mendapatkan hak-haknya,” ujar Alex dalam konferensi pers, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/3).

Apakah pihak yang dicegah ini akan dijadikan tersangka? Mantan hakim tipikor ini menjawab secara diplomatis. “Umumnya setiap tersangka yang ditetapkan itu kita cekal ke luar negeri,” beber Alex.

Lalu perusahaan apa yang menyuap pejabat pajak ini? Alex belum mau membocorkannya. Dia hanya mengatakan, kasus suap pajak kali ini sama seperti kasus-kasus sebelumnya. Pejabat di Ditjen Pajak mendapat suap untuk meringankan pajak perusahaan.

Indonesia Corruption Watch (ICW) pun angkat bicara. Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo mengatakan, jika sudah tahap penyidikan, KPK pastinya sudah mengantongi nama para tersangka. Namun, dia heran, kenapa KPK belum mengungkap para tersangka dalam kasus ini.

Padahal, KPK sudah memberi informasi terkait kasus ini. Agar tidak terjadi simpang siur informasi, Adnan berharap, KPK segera mengungkap para tersangka. Apalagi KPK sudah mengabarkan ada proses penyidikan. “Kalau belum mau mengungkap, KPK mestinya tidak mengumbar informasi penyidikan. Apalagi sudah disebutkan terjadi korupsi itu di mana,” ungkapnya.

Desakan juga datang dari pengamat hukum pidana Universitas Al-azhar Indonesia, Ahmad Supardji. Menurut dia, KPK jangan setengah-setengah. Jika sudah mengungkap adanya penyidikan, KPK mestinya mengungkap juga nama para tersangkanya.

“KPK seharunya bisa transparan. Pada kasus lain, KPK biasanya mengungkap para tersangka secara transparan,” kata Supardji, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Menurut dia, kasus ini jadi momentum bagi Ditjen Pajak untuk melakukan pembenahan. Kasus seperti ini sangat mencoreng wajah Kementerian Keua_ngan. Publik jadi tidak percaya dengan kinerja para pemungut pajak. [BCG]

]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *