Jadi Komut Kereta Api Katanya, Bos NU Nggak Gila Duit

Pengangkatan Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siradj sebagai Komisaris Utama PT Kerata Api Indonesia (KAI) jadi bahan gunjingan warga dunia maya. Ada yang mempersoalkan soal keahlian. Ada juga yang bicara penghasilan. Namun, Kiai Said memastikan menerima amanah itu bukan karena gila duit.

Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara Pribadi Said Aqil Siradj, Muchamad Nabil Haroen. “Gaji sebagai Komisaris PT KAI akan digunakan untuk sedekah,” kata Jubir yang akrab disapa Gus Nabil ini, Kamis (4/3).

Apalagi, sambungnya, Kiai Said selama ini memang getol mengkampanyekan filantropi. Di antaranya melalui NU Care-Lazisnu. Nantinya, seluruh gaji sebagai Komut KAI akan disedekahkan untuk kepentingan umat dan pesantren.

Ia juga memastikan jebolan Universitas Raja Abdul Aziz, Arab Saudi ini, bukan sosok yang gila jabatan. Sebab, di luar pemerintahan atau jabatan di BUMN pun, Kiai Said sudah punya banyak job lain. Mulai dari mengurus pesantren, PBNU, hingga umat.

Gus Nabil memastikan, daya kritis Kiai Said tidak akan tumpul setelah dijatah posisi mentereng di perusahaan plat merah itu.

“Kiai Said tetap akan kritis, terutama atas hal-hal yang dianggap menyimpang dari kemaslahatan publik,” sambungnya.

Terkait profesionalisme, lanjut dia, Kiai Said merupakan manajer yang handal. Sehingga sangat paham tata kelola perusahaan.

“Kiai Said juga sebelumnya menjadi Komisaris di beberapa perusahaan,” tuturnya.

Menteri BUMN Erick Thohir merinci alasan kenapa menunjuk Kiai Said sebagai Komut PT KAI. Pertama, bisnis kereta api saat ini lagi butuh sosok yang mampu menangani masalah sosial. Karena, di sejumlah daerah sedang banyak pembangunan kereta api. Mulai dari pembangunan LRT, sinkronisasi kereta Jakarta-Bandung maupun kereta api dengan MRT.

 

“Kita melihat figur Pak Said Aqil adalah figur yang baik karena untuk juga menangani isu sosial,” kata Erick.

Ia meyakini, sosok Kiai Said bisa menyelesaikan setiap isu sosial yang rentan terjadi di setiap proyek pembangunan. Walaupun bukan sosok yang berpengalaman di bidang perkeretaapian.

Di Twitter, banyak warga dunia maya yang iri atas jabatan bergengsi yang didapat Kiai Said. Akun @TjoekoerKang cepat-cepat mengingatkan.

“Netizen yang budiman diharap tenang, jangan iri dengan rezeki orang lain,” cuitnya. “Akhirnya kebagian, selamat ya pak,” timpal @ary_mzr. “Boleh saja memilih tokoh umat, namun kinerja seseorang tidak dilihat dari ketokohannya, semoga amanah ya pakk,” dukung @ngasi_do.

Akun @Drakul011 juga membela. Tapi dengan nada satire. “Apa yang salah kalau Kiai Said jadi komisaris perusahaan? Toh Kiai Said juga manusia, bisa cinta sama dunia. Biarkanlah kalau Kiai Said sekarang cinta dunia dan jabatan,” sentilnya.

“Kapan ngurus NU, kapan ngurus BPIP, kapan ngurus Kereta, kapan urus umat? Haaahhh dunia memang menggiurkan,” sahut @abumalik009, sewot. “Saran saya saja ya gayysss. Bahwa tokoh besar seperti K.H.Said Aqil Sirodj harus dilindungi negara,” komentar @BravoPapua5.

Akun @idimafla mengingatkan agar setelah menjadi Komut KAI, Kiai Said tidak galak-galak. Supaya jabatannya langgeng. “Selamat pak Kiyai, NU nya jangan galak-galak ya, nanti kalau galak-galak bisa seperti Refly Harun, tidak diperpanjang masa tugasnya di komut,” tulisnya.

Sementara akun @Isfy_fav malah banding-bandingin jabatan yang didapat Ketua PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, dengan Ketum PBNU. “Ketua banser jadi Menag, ketua PBNU jadi Komut. Sebenarnya gede mana gajinya? Kalau prestise udah jelas lebih baik Menag,” nilainya. “Itu gajinya double gak karena jadi komut merangkap komisaris Independen?” tanya @d2balitour. “Pak Said Aqil, jadi komut bukan menilai berapa gaji yang diberikan oleh pemerintah, tapi lebih dari panggilan negara,” bela Akun @daudbp.

Soal pengalaman, disinggung akun @karim_gaya. “Pengalaman naik kereta api ya, Ooooo…,” kicaunya. “Positif aja. Siapa tau nanti di dalam kereta api ada sholawatannya,” seloroh @abshan_. [SAR]

]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *