Investasi Rempang Eco City Capai Rp 300 Triliun Bahlil Jangan Sampai Investornya Kabur Lho

0

<p>Pemerintah bakal mempercepat pembangunan Rempang Eco-City dengan tetap mengedepankan cara humanis di tengah konflik warga dengan aparat. Jangan sampai, kesempatan meraih investasi yang bisa mensejahterakan masyarakat setempat ini dicomot negara lain.</p>

<p>Menteri Investasi/Kepala Ba&shy;dan Koordinasi Pengembangan Investasi (BKPM) Bahlil La&shy;hadalia mengatakan, negara akan menggunakan cara-cara yang lebih humanis dalam menghadapi masyarakat Pulau Rempang yang kudu direlokasi, imbas Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.</p>

<p>&ldquo;Kami akan mengerahkan cara-cara yang lembut,&rdquo; kata Bahlil di Batam, Kepulauan Riau, dikutip dari Antara, kemarin.</p>

<p>Bahlil mengingatkan, investasi bakal mendatangkan kesejahter&shy;aan, karena bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan.</p>

<p>&ldquo;Masyarakat yang akan kita geser juga akan diberikan hak-haknya,&rdquo; tegas Bahlil.</p>

<p>Menurut Bahlil, investasi itu tidak seperti buah yang tumbuh dari sebuah pohon. Investasi harus direbut, sehingga bisa men&shy;ciptakan lapangan pekerjaan.</p>

<p>&ldquo;Kami ini berkompetisi, nega&shy;ra tujuan<em> Foreign Direct Invest&shy;ment</em> (FDI) terbesar di ASEANsaat ini diraih Singapura di posisi pertama. Sedangkan Indo&shy;nesia dengan luas wilayah lebih besar, justru berada di posisi kedua,&rdquo; ujarnya.</p>

<p>Karena itu, Bahlil menegas&shy;kan, perebutan proyek investasi asing ini butuh kecepatan dan ketepatan yang tidak menimbul&shy;kan kerugian di satu pihak.</p>

<p>&ldquo;Jangan sampai investor ka&shy;bur. Tapi kita juga harus mem&shy;perhatikan masyarakat lingkungan setempat,&rdquo; jelasnya.</p>

<p>Menurutnya, total nilai in&shy;vestasi yang akan diserap dari Rempang Eco-City itu menca&shy;pai lebih dari Rp 300 triliun. Di pengembangan tahap awal, investor akan menggelontorkan kurang lebih Rp 175 triliun.</p>

<p>Dengan begitu, akan berdampak positif terhadap capaian pendapa&shy;tan negara. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh masyarakat, berupa banyaknya kesempatan lapangan pekerjaan.</p>

<p>&ldquo;Kalau ini lepas, itu berarti potensi capaian pendapatan asli daerah dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk saudara-saudara kita akan hilang,&rdquo; ingat Bahlil.</p>

<div style=”page-break-after: always”><span style=”display: none;”>&nbsp;</span></div>

<p>Bahlil memastikan ganti rugi warga Pulau Rempang yang ter&shy;dampak investasi akan disesuai&shy;kan dengan aset yang dimiliki warga tersebut.</p>

<p>Uang ganti rugi Rempang yang disesuaikan itu dihitung dari hak-hak yang sebelum&shy;nya sudah ditetapkan dan akan diberikan kepada warga.</p>

<p>Yakni tanah seluas 500 meter persegi sudah dengan alas hak, rumah tipe 45 seharga Rp 120 juta, uang tunggu transisi hingga rumah jadi sebesar Rp 1,2 juta per jiwa dan uang sewa rumah Rp 1,2 juta.</p>

<p>&ldquo;Semua akan diselesaikan oleh BP Batam. Termasuk dengan keramba, tanaman, sampan, semua ini akan dihargai secara proporsional sesuai dengan mekanisme dan dasar perhitungan&shy;nya,&rdquo; ujarnya.</p>

<p>Bahlil juga menyebutkan, bakal melakukan rapat setiap pekan bersama Gubernur dan BP Batam untuk membahas perce&shy;patan pengembangan kawasan tersebut.</p>

<p>Proyek Rempang Eco-City merupakan garapan investor raksasa kaca dari China, Xinyi Group. Hadirnya investasi baru ini bagian dari komitmen Pe&shy;merintah Indonesia untuk terus mendorong hilirisasi dalam berbagai sektor industri.</p>

<p>Bahlil bilang, dengan potensi komoditas pasir kuarsa dan silika yang banyak terkandung, sudah saatnya potensi tersebut dioptimalkan dengan baik, lang&shy;sung diproses di dalam negeri.</p>

<p>Investasi ini pun, diakui Bahlil, akan meningkatkan daya saing kawasan strategis ekonomi Indonesia di Kawasan Asia Tenggara. Sekaligus wujud nyata implementasi masuknya investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.</p>

<p>&ldquo;Konsep pengembangan Rem&shy;pang nantinya adalah <em>green zone</em>, yang secara langsung juga men&shy;dukung pengembangan Batam menjadi <em>green city</em>. Karenanya, semua pembangunan di Rem&shy;pang harus mengoptimalkan ruang terbuka hijau,&rdquo; ujarnya.</p>

<p>Sementara, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hadi Tjahjanto mengatakan, warga yang bersedia direlokasi untuk pengembangan Rempang Eco-City akan mendapatkan Sertipikat Hak Milik (SHM).</p>

<p>Hadi mengatakan, sertipikat itu langsung diserahkan setelah tanah dan bangunan sudah diinden di lokasi yang ditetap&shy;kan, dan proses pembangunan dimulai.</p>

<p>&ldquo;Sambil dilakukan pembangunan dan diawasi, kami bisa langsung menyerahkan sertipikatnya,&rdquo; ujar Hadi.</p>

<p>Sedangkan, untuk Hak Pengelo&shy;laan Lahan (HPL) tempat relokasi di Dapur 3 Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam, itu juga ting&shy;gal diserahkan saja.</p>

<p>Artikel ini tayang di&nbsp;<em>Rakyat Merdeka&nbsp;</em>Cetak edisi Selasa 19/9/2023 dengan judul&nbsp;<strong>Investasi Rempang Eco-City Capai Rp 300 Triliun,&nbsp;Bahlil: Jangan Sampai Investornya Kabur Lho</strong></p> .
Sumber : Berita Bisnis Hari Terbaru

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *