Gandeng Bank Mandiri, BKI Gelar Pendidikan Vokasi Di Ponpes Banyuwangi

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI bersama Bank Mandiri membuka Program Pendidikan Bisnis Terapan (vokasi) di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi.

Senior Manager Komunikasi Korporasi BKI, Erry Sanjaya Djayus mengatakan, pendidikan merupakan pilar penting dalam kehidupan setiap anak, tidak terkecuali santri di pondok pesantren.

Melalui program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), pihaknya menggelar program vokasi tersebut.

“Pendidikan vokasi ini akan menghasilkan pendidikan lebih berkualitas bagi para santri Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (20/7).

Ia menuturkan, program ini merupakan salah satu implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dari agenda PBB secara internasional bagi para perusahaan.

“BKI akan selalu mengawal program vokasi ini sampai selesai. Sehingga, dapat menghasilkan santri yang berjiwa pemimpin dan menjadi insan yang sukses di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program pelatihan vokasi oleh BKI dan Bank Mandiri ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di Surabaya dan Gresik yang dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, pada Juni lalu.

Sementara itu, Area Head Jember Bank Mandiri Bambang Purnomo berharap, kolaborasi ini bisa memberi manfaat bagi para santri.

 

“Nantinya, para santri setelah lulus sudah memiliki keahlian. Jadi, bisa membantu meningkatkan kompetensi dalam bidang bisnis terapan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran pondok pesantren  KH. Abdul Kholiq mengaku, jumlah santri yang ada saat ini sekitar 7.000 orang dan berasal dari beberapa provinsi.

Namun, yang mendapatkan pelatihan program vokasi ini berjumlah 60 santri. Selain untuk santri, ada juga proses seleksi Training of Trainer (ToT) untuk para guru.

“Proses seleksi ini memilih tiga orang guru untuk ikut pelatihan vokasi di Universitas Airlangga Surabaya dengan beberapa materi. Yaitu, Manajemen & Bisnis, Informasi & Teknologi dan Kesehatan,” ujar Kholiq. ■

]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *