Bacok, Bakar Dan Bunuh 4 Warga Teroris Papua Makin Sadis

Kelakuan para Teroris Papua, makin hari makin sadis. Terbaru, mereka menyerang 14 orang warga sipil secara biadab. Akibat serangan itu, 4 orang tewas dengan luka bacok dan bakar. Sedangkan 1 korban lagi masih dicari keberadaannya.

Peristiwa sadis itu terjadi Kamis (29/9) sore. Sebanyak 14 pekerja proyek jalan Trans Papua di Teluk Bintuni, Papua Barat diserang secara mambabi buta oleh para Teroris Papua. Pelaku penyerangan adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) wilayah Kodap IV Sorong Raya.

Awalnya, kasus ini viral setelah beredar sebuah video penyerangan oleh para teroris. Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat para teroris ini menebas korban dengan parang, melakukan penembakan kepada para korban hingga ada yang dibakar.

Juru Bicara TPNPB-OPM KKB Teroris, Sebby Sambom menjelaskan soal penyerangan tersebut. Alasannya, TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya menemukan satu pucuk senapan tabung dan 12 butir amunisi jenis SS1 kaliber 5,56 mm dan amunisi pistol.

“Sehingga langsung lakukan tindakan pembunuhan dan penembakan. Sekalian membakar dua truk dan dua alat berat, yaitu excavator. Empat orang mati di tempat, dan tiga orang luka-luka,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi mengatakan, akibat serangan itu, sebanyak 4 orang tewas, sembilan dievakuasi, sementara satu perempuan hilang. Seluruhnya merupakan karyawan CV Doreri Permai.

Adam menuturkan, dari hasil keterangan korban, pukul 15.00 WIT Kamis (29/9), 14 orang karyawan berjalan menggunakan dua alat berat dan tiga truk. “Tiba-tiba, di tengah jalan mereka mendengar suara tembakan. Tiga rekannya lari dengan luka di tangan, sehingga yang lain ikut lari,” kata Adam.

Malam harinya, tim evakuasi gabungan TNI/Polri berhasil mengevakuasi korban. Dari 14 pekerja, temuannya 9 berhasil dievakuasi selamat, 4 meninggal dunia.

“Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Keempat korban itu juga mengalami banyak luka bacok akibat sabetan senjata tajam,” kata ungkap Adam.

 

Keempat korban kemudian dibawa ke Manokwari, lalu akan diserahkan kepada keluarga masing-masing. “Sekarang dalam perjalanan dari Teluk Bintuni ke Manokwari jenazahnya. Nanti mau dibawa ke rumah sakit di Manokwari,” ucap Adam.

Empat jenazah berhasil diidentifikasi: Abas (52), Yafet (50) operator Heksa, Darmin (46) supir truk, dan Armin (43) supir truk. Korban selamat yang menyelamatkan diri ke POS Yonif: Kusnadi (30), Remon Ulimpa (26), Irson (42), Agung (18), Muksin Rambe (49), dan Ruslan (33) yang terkena tembakan. Adapun yang menyelamatkan diri ke Sungai Majnik: Sitinjak (25), Om Kumis (55), dan Halim (20).

Selain mengevakuasi korban, tim juga melakukan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Arnoldus Kocu. Termasuk mencari keberadaan 1 korban perempuan yang hilang.

“Ada satu perempuan, Reva (28). Belum diketahui keberadaannya, dan kini dalam pencarian,” kata Adam.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw ikut mengutuk tindak kebiadaban para teroris Papua terhadap warga sipil. Sebagai mantan Kabaintelkam Polri pada periode 2021, Paulus mengaku telah berkoordinasi dengan pimpinan TNI dan Polri di Papua Barat, untuk segera mengambil tindakan tegas dan tepat demi mengevakuasi korban selamat maupun meninggal pada aksi serangan tersebut.

“Kepada Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, agar mengambil langkah evakuasi para korban dari lokasi kejadian, dan segera menangkap KKB tak berperikemanusiaan itu,” ujarnya.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf. Batara Alex Bulo mengutuk keras aksi teroris yang menyerang masyarakat sipil. Padahal, para korban tengah membangun jalan Trans Papua untuk mempermudah akses transportasi barang dan jasa sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. [MEN]

]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *